Tali dilempar ke dermaga, kami turun. Suling tiga kali, kami sudah harus di dek.
Aturannya satu: kru hanya makan selama kapal sandar. Kenyang atau belum, kapal perintis tidak menunggu siapa pun, apalagi tiga orang yang masih mengunyah.
Musim 3 berisi tujuh episode, 14 sampai 22 menit. Empat sudah tayang. Yang baru naik tiap Minggu pukul 07.00 WIT.
Sandar 1 dari 6
Ternate
Sabtu, 1 Agustus. Tali dilempar 06.10, dilepas 08.50.
2jam40menitkapal sandar
Episode 1, 16 menit. Turun sebelum matahari tinggi. Gohu ikan baru dipotong setelah dipesan, jadi 40 menit pertama habis untuk menonton pisau dan melirik jam.
Buku Log: gohu ikan
Warung Mama Ona, lorong belakang pelabuhan
Ikannya
Tuna dipotong dadu sebesar ruas jempol, masih dingin, lalu disiram minyak kelapa panas tepat sebelum diantar.
Asam dan pedasnya
Lemon cui diperas di meja dan rawitnya diiris kasar. Dua-duanya datang lebih dulu daripada ikannya.
Yang tertinggal
Kenari sangrai dan kemangi. Sampai Tidore masih terasa di gigi.
Menit 47 piring datang. Menit 151 kami sudah di dek. Sisa 9 menit.
Episode 6, 19 menit. Enbal dari singkong yang diperas sampai kering, lat dari laut yang surut pagi itu. Kami orang pertama yang turun dari kapal, dan ada alasannya.
Buku Log: enbal dan lat
Tikar Mama Fin, pantai di utara pelabuhan
Kalimat pertama dari log
Lat meletus di gigi seperti telur ikan, asin laut, dan langsung minta sesuatu yang kering di sebelahnya.
Dua kalimat sisanya dan garis sandarnya terbit bersama episodenya.
Putusan tidak dibuka sebelum kamu bisa menonton buktinya.
Buku Log musim 3
Wening menulis satu entri di dek tiap kali tali dilepas, sebelum ada yang sempat lupa. Isinya selalu sama: tanggal, pelabuhan, lama sandar, piring, lalu tiga kalimat. Satu tentang ikannya, satu tentang asam dan pedasnya, satu tentang yang tertinggal sesudah kapal jalan.
Kami mengukur putusannya dengan jam kapal, tanpa angka. Ini pendapat kami bertiga pada hari itu, di jam sandar itu. Dapur bisa berubah, dan seleramu boleh berbeda.
Layak ketinggalan kapal
Kalau suling berbunyi di tengah suapan, kami tetap duduk dan mulai menanyakan kapal berikutnya.
Lari balik ke dermaga
Habiskan sampai bersih, lalu lari. Enak, tapi kapal tetap menang.
Tetap di dek
Tidak perlu turun untuk piring ini. Lihat pelabuhannya dari pagar saja.
Delapan entri: enam pelabuhan, satu pagi tambahan di Ambon, dan satu malam di laut. Nama pelabuhan membawamu ke babnya, tombol di ujung membuka videonya di menit yang dimaksud.
Aturannya tetap berlaku. Kami merekam, awak kapal makan.
Dari Banda Neira ke Tual kapal berlayar 21 jam setengah tanpa satu dermaga pun. Episode penutup direkam di dapur selebar dua langkah, bersama koki yang sudah sembilan belas tahun memasak sambil berpegangan.
Aturan kami sederhana dan saya sendiri yang mengusulkannya: kru hanya makan selama kapal sandar. Malam kelima, pukul 22.40, di antara Banda Neira dan Tual, saya menyesalinya. Darat sudah tidak kelihatan sejak sore, dermaga berikutnya masih sepuluh jam lagi, dan dari dapur kapal keluar bau bawang yang ditumis.
Pukul 23.15 Pak Hamid Rumra masuk dapur. Ia sudah sembilan belas tahun memasak di kapal ini. Dapurnya selebar dua langkah. Kompornya diikat ke dinding, pancinya ditahan palang besi supaya tidak meluncur waktu kapal miring. Ia tidak bertanya kenapa kami hanya merekam. Ia menyalakan api dan mulai bekerja.
Tidak ada yang segar di meja Pak Hamid malam itu, dan itulah yang ingin saya catat. Sagu lempeng dari Saparua, keras seperti genting, ia patahkan lalu rendam dalam kuah. Ikan asar dari Ambon ia suwir dan masak lagi dengan tomat, rawit, dan perasan lemon cui. Terakhir ia memarut sedikit daging buah pala yang kami bawa dari Banda pagi tadi. Tiga pelabuhan dalam satu panci. Kuahnya merah kecokelatan, berminyak tipis di permukaan. Pak Hamid mencicipnya dari ujung sendok kayu, menambah garam, lalu mengangguk kepada pancinya.
Setengah jam lewat tengah malam pancinya mulai mendidih. Di darat kami menilai makanan dari yang paling baru: ikan yang dipotong setelah dipesan, popeda yang diaduk di depan mata. Di laut ukurannya terbalik: orang mencari yang tahan. Sagu lempeng bisa disimpan berbulan-bulan. Ikan asar diasap supaya sampai ke pulau seberang. Enbal di Kei diperas sampai kering dengan alasan yang sama.
Saya baru paham malam itu bahwa separuh makanan yang kami kejar di enam pelabuhan memang dibuat untuk dibawa pergi. Orang di kepulauan ini sudah lama sekali makan di antara dua pulau. Piring yang kami puji di Buku Log adalah bekal yang kebetulan kami makan sebelum berangkat.
Pukul 01.10 awak kapal mulai makan bergantian, berdiri, mangkuk dipegang dekat dada. Tidak ada yang bicara soal rasa. Seorang juru mudi menambah dua kali. Rizal merekam tangannya. Jeane, yang biasanya tidak bisa diam di depan makanan, duduk di ambang pintu dan menghitung jam. Saya menghitung mangkuk: empat belas keluar dari dapur itu sebelum pancinya dikerok.
Saya tidak bisa menulis putusan untuk masakan Pak Hamid, karena saya tidak memakannya. Yang bisa saya tulis: baunya membuat tiga orang dewasa menyesali aturan yang mereka buat sendiri. Di Saparua sagu lempeng kami beri Lari balik ke dermaga karena kami memakannya kering; kamu bisa melihat Jeane mencelupnya ke teh di . Dalam kuah Pak Hamid, saya kira ia naik satu tingkat.
Kapal sandar di Tual pukul 09.00. Kami orang pertama yang turun.
Episode 7 merekam malam ini dari dalam dapur. Tayang 1 November.
Tiga catatan dari dek
Ternate, menit ke-140. Jam tangan Jeane sengaja dilepas supaya kelihatan.
Jeane Latuheru, dari Ternate
Kenapa kami tidak pernah pesan dua kali
Di Ternate saya hampir memesan piring kedua. Rizal tidak bilang apa-apa, ia cuma memutar jam tangannya ke arah saya. Sejak itu aturannya: satu piring, dihabiskan, lalu jalan.
Piring kedua biasanya lebih enak di kepala daripada di meja. Hari itu kami naik ke dek dengan sisa sembilan menit, dan saya tidak mau tahu rasanya dengan sisa nol.
Gata-gata di tangan Ibu Hadijah. Dua putaran, selesai.
Rizal Umasugi, dari Tidore
Dua garpu untuk bubur yang tidak mau diam
Namanya gata-gata. Dua garpu kayu, diputar berlawanan arah sampai popeda menggulung sendiri, lalu dijatuhkan ke kuah. Ibu Hadijah melakukannya dalam dua putaran. Jeane butuh sembilan, dan satu di antaranya mendarat di lensa saya.
Wening Prabandari, dari Banda Neira
Pala itu buah
Yang dikirim ke mana-mana adalah bijinya, dan fuli merah yang membungkus biji itu. Daging buahnya tinggal di Banda: diiris ke kuah ikan, dijadikan manisan, dijemur di tampah depan rumah.
Rasanya sepat dan asam. Wanginya seperti biji yang kamu kenal, tapi lebih basah. Nama situs ini datang dari situ, dan dari jejak buih di belakang kapal.
Satu makan dan bicara, satu memegang kamera, satu menulis. Tidak ada yang bertugas melihat jam, jadi ketiganya melihat jam.
Daftar awak Nutmegwake
Nama
Tugas
Yang dibawa turun
Catatan jam kapal
Jeane Latuheru
Makan dan bicara, kadang bersamaan.
Sendok sendiri di saku belakang, dan jam tangan yang disetel lima menit lebih cepat.
Selalu yang terakhir berdiri dari meja. Belum pernah yang terakhir naik.
Rizal Umasugi
Kamera. Makan paling akhir, jadi selalu dapat yang dingin.
Satu kamera, dua baterai, sandal cadangan.
Jatuh satu kali di dermaga Tidore yang berlumut. Rekamannya ada di .
Wening Prabandari
Menulis Buku Log di dek sesudah tali dilepas, sebelum lupa.
Buku tulis bergaris, pensil, dan kantong plastik untuk bukunya.
Yang mengusulkan aturan makan selama sandar. Menyesalinya satu malam.
Kabari tiap kapal berangkat
Satu surel tiap Minggu pagi saat episode baru tayang: tautan episodenya, entri Buku Log-nya, dan satu catatan yang tidak masuk kamera.
Tata tertib penumpang
Empat lembar di papan pengumuman dek. Berlaku untuk semua yang menonton, membaca, dan menulis kepada kami.
Lembar 1: Privasi
Berlaku sejak 1 September 2026
1.1Siapa yang memegang datamu
Nutmegwake Films adalah pengendali data pribadi untuk situs ini, sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Pertanyaan soal data bisa dikirim ke [email protected].
1.2Data yang kami kumpulkan
Alamat surel saat kamu mendaftar buletin. Isi pesan saat kamu menulis ke redaksi. Data teknis dasar seperti jenis peramban dan halaman yang dibuka, dalam bentuk gabungan yang tidak menunjuk orang per orang.
1.3Untuk apa dipakai
Mengirim kabar tiap episode tayang, menjawab pesanmu, dan memperbaiki halaman yang sering macet. Kami tidak menyusun profil dari kebiasaan menontonmu.
1.4Pemutar video
Video dimuat dari YouTube dalam mode privasi yang ditingkatkan, dan baru dimuat setelah kamu menekan Putar. Sebelum itu tidak ada permintaan yang dikirim ke penyedia video.
1.5Berapa lama disimpan
Alamat surel disimpan selama kamu terdaftar dan dihapus paling lama 30 hari sesudah kamu berhenti. Pesan ke redaksi disimpan 12 bulan, lalu dihapus.
1.6Hakmu
Kamu berhak meminta salinan, perbaikan, atau penghapusan datamu, dan menarik persetujuan kapan saja. Kami menjawab paling lambat 3 x 24 jam sejak permintaan diterima.
1.7Pihak lain
Data hanya diteruskan ke penyedia layanan pengiriman surel yang terikat perjanjian pemrosesan dengan kami. Tidak ada pihak lain yang menerimanya.
1.8Perubahan lembar ini
Tanggal di kepala lembar berubah tiap kali isinya berubah. Perubahan yang menyangkut cara kami memakai surelmu dikabarkan lewat buletin sebelum berlaku.
Lembar 2: Ketentuan
Berlaku sejak 1 September 2026
2.1Tentang situs ini
Nutmegwake adalah situs media berisi vlog, ulasan Buku Log, dan tulisan. Dengan membuka halaman ini kamu menyetujui tata tertib di keempat lembar.
2.2Putusan adalah pendapat
Putusan di Buku Log adalah pendapat kru pada hari itu, di jam sandar itu. Dapur bisa berubah. Putusan tidak menjamin pengalamanmu akan sama.
2.3Cara kami menilai
Kru memilih sendiri tempat makan, datang tanpa pemberitahuan, dan makan satu piring. Tidak ada tempat yang bisa meminta diulas atau meminta putusannya diubah.
2.4Nama orang dan warung
Nama orang dan tempat makan di halaman ini fiktif. Hidangan dan pelabuhannya nyata. Kesamaan dengan nama yang ada adalah kebetulan.
2.5Jam dan jadwal
Jam tiba dan berangkat di halaman ini adalah catatan perjalanan kami, tidak mewakili jadwal pelayaran resmi. Jangan memakainya untuk merencanakan perjalanan. Jadwal tayang episode bisa bergeser.
2.6Koreksi
Salah nama hidangan, tempat, atau jam? Tulis ke [email protected]. Kami memperbaiki entrinya dan mencantumkan tanggal koreksi di bawahnya.
2.7Pesan dan komentar
Pesan yang kamu kirim ke redaksi boleh kami kutip dengan nama depanmu, kecuali kamu meminta sebaliknya. Kami tidak memuat ujaran kebencian atau data pribadi orang lain.
2.8Hukum yang berlaku
Tata tertib ini tunduk pada hukum Republik Indonesia. Perselisihan diselesaikan lewat musyawarah lebih dulu.
Lembar 3: Lisensi Konten
Berlaku sejak 1 September 2026
3.1Milik siapa
Video, foto, tulisan, dan peta lajur di situs ini milik Nutmegwake Films dan dilindungi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
3.2Yang boleh tanpa izin
Menonton, membaca, dan membagikan tautan. Mengutip tulisan paling banyak 100 kata dengan menyebut Nutmegwake dan penulisnya.
3.3Yang perlu izin tertulis
Mengunggah ulang video utuh atau potongan lebih dari 30 detik, memakai foto, dan menerjemahkan tulisan secara utuh.
3.4Yang tidak boleh
Menghapus tanda sumber, memakai konten untuk melatih model mesin tanpa izin tertulis, atau menampilkannya seolah-olah kami mendukung tempat makan tertentu.
3.5Buletin
Surel buletin boleh diteruskan utuh kepada teman. Isinya tidak boleh diterbitkan ulang di tempat lain.
3.6Cara memasak
Cara memasak yang diceritakan di sini adalah pengetahuan dapur asalnya dan tetap milik mereka. Yang kami lindungi hanyalah kalimat dan gambar kami.
3.7Kalau dilanggar
Kami meminta konten diturunkan lebih dulu, dan menempuh jalur hukum bila permintaan itu diabaikan. Laporan pelanggaran: [email protected].
Lembar 4: Bantuan
Diperbarui 11 Oktober 2026
4.1Video tidak mau diputar
Video baru dimuat setelah kamu menekan Putar di jendela video. Bila tetap kosong, periksa sambunganmu atau pakai tautan Buka di YouTube di jendela yang sama.
4.2Mulai dari menit tertentu
Tombol Putar dari menit di tiap entri Buku Log membuka episodenya tepat di menit yang dibahas.
4.3Episode yang belum tayang
Episode 5, 6, dan 7 tayang 18 Oktober, 25 Oktober, dan 1 November, pukul 07.00 WIT. Putusan Buku Log terbit bersama episodenya.
4.4Berhenti dari buletin
Tiap surel memuat tautan berhenti di bagian bawah. Kamu juga bisa menulis ke redaksi dan kami yang menghapusnya.
4.5Mengusulkan pelabuhan
Tulis ke redaksi. Kami membaca semua usul, tidak menjanjikan datang, dan tidak pernah memberi tahu sebelum datang.